|
Aku Merenungkan-Nya
Sabtu, 13 Maret 2021
Farewell from Lectio Divina
Jumat, 12 Maret 2021
Lectio Divina :: Lent - Quaresima - Cuaresma
|
Selasa, 09 Maret 2021
Rabu Pekan Prapaskah III, 10 Maret 2021
Ul 4: 5-9 + Mzm 147 + Mat 5: 17-19
Lectio
Suatu hari berkatalah Yesus: 'janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'.
Meditatio
Israel terkenal sebagai bangsa yang taat akan perintah-perintah Tuhan. Itulah yang memang dipesankan oleh nenek moyang mereka: 'hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu. Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu' (Ul 4). Ketaatan kepada perintah-perintah Tuhan adalah wujuh terima kasih umat kepada Allah yang membebaskan mereka dari tanah Mesir dan memberi tempat yang baru, yang bekelimpahan susu dan madu.
Mungkin atas dasar inilah, banyak orang Farisi dan para ahli Taurat mempersalahkan Yesus yang membuka wacana baru dalam berpengalaman hidup. Yesus sering membiarkan para muridNya tidak berpuasa, tidak mencuci tangan sebelum makan, dan melakukan pelbagai aktifitas yang dilarang pada hari Sabat. Sebaliknya Yesus malah menegaskan: 'janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya'. Yesus memang mengingatkan, seperti pertama, bukan saja yang membunuh harus dihukum, yang marah saja sudah harus dihukum; kedua, mendahului memberi salam hormat, bukan saja kepada kepada saudara-saudarinya tetapi juga kepada setiap orang yang dijumpainya; ketiga, menantang setiap orang: mana yang diperbolehkan di hari Sabat menyelamatkan atau membinasakan; keempat barangsiapa ingin menjadi terbesar hendaknya siap menjadi pelayan bagi sesamanya. Inilah beberapa contoh pembaharuan yang diberikan Yesus dari perintah-perintah dalam Perjanjian Lama. Inilah yang dipelintir dan digoreng oleh banyak orang, yang antipati padaNya.
'Aku berkata kepadamu: pertama sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi'. Yang membunuh tetap harus dihukum, yang meminta harus diberi, dan setiap orang harus rajin berdoa. Kedua, 'barangsiapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'. Segala perintah Tuhan harus ditaati, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan. Yesus juga menambahkan, bahwa ibu dan saudara-saudariNya adalah mereka yang melakukan kehendak Bapa di surga.
Oratio
Yesus Kristus, Engkau selalu membuka wacana baru dalam hidup ini. Hanya bagi orang-orang yang tidak mengasihi Engkau, segala pengajaranMu mereka putarbalikkan. Ajarilah kami untuk selalu berpikir positif dalam segala peristiwa kehidupan, sebab memang Engkau memilih kami, Engkau memberi kehidupan abadi bagi kami. Kuasailah kami dengan terang Roh KudusMu. Amin.
Contemplatio
'Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya'.
Senin, 08 Maret 2021
Selasa Pekan Prapaskah III, 9 Maret 2021
Dan 3: 34-43 + Mzm 25 + Mat 18: 21-35
Lectio
Suatu hari datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."
Meditatio
Hanya orang yang murah hati dapat memaafkan dan mengampuni sesame. Mereka yang pelit atau hidup rohaninya yang pas-pasan tidak akan mau memaafkan kesalahan sesame sekecilpun. Apalagi seperti yang dikatakan Yesus: hendaknya kamu mengampuni sesamamu, 'Aku berkata kepadamu, bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Kita harus berani mengampuni, mengampuni, mengampuni, mengampuni, dan mengampuni seterusnya dan tiada henti-hentinya. Orang yang pas-pasan hidup rohaninya tidak akan mau membebaskan kesalahan sesame sebagaimana dicontohkan dalam perumpamaan Yesus hari ini. Hamba jahat itu sungguh-sungguh orang yang pelit, walau dia telah banyak menerima.
Masa Prapaskah Kembali mengingatkan kita semua akan semangat pengampunan yang harus kita tumbuh-kembangkan, yang tentunya meniru Yesus Kristus sendiri yang memberi nyawa bagi setiap orang yang mau mendengarkan sabdaNya dan bertobat kepadaNya.
Oratio
Yesus Kristus, Engkau menghendaki kami semua untuk meneladan sikapMu yang begitu murah hati terhadap semua orang tanpa terkecuali. Semoga kami semakin membiarkan benih-benih pemaaf tumbuh dan mekar dalam diri kami. Berkatilah kami selalu. Amin.
Contemplatio
'Hendaknya kamu mengampuni sesamamu, bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali'.

